Skip to content

Profile Seksi PAI pada sekolah

06/03/2013

A. LANDASAN JURIDIS
1. UUD 1945 (Amandemen) Pasal 31
a) Ayat 3, Pemerintah mengusahakan dan menyelengarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan UU.
b) Ayat 5, Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk memajukan peradaban serta kesejahteraan umat manusia.
2. Tap MPR no.VI/MPR/2001 tentang Etika Kehidupan Berbangsa, dalam Bab III dinyatakan bahwa arah kebijakan untuk membangun etika kehidupan berbangsa diimplementasikan secara berikut;
a) Mengaktualisasikan nilai-nilai agama dan budaya luhur bangsa dalam kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara melalui pendidikan formal, informal, dan non-formal dan pemberian contoh keteladanan dari para pemimpin negara, pemimpin bangsa, dan pemimpin masyarakat.
b) Mengarahkan orientasi pendidikan yang mengutamakan aspek pengenalan menjadi pendidikan yang bersifat terpadu dengan menekankan ajaran etika yang bersumber dari ajaran agama dan budaya luhur bangsa serta pendidikan watak dan budi pekerti yang menekankan keseimbangan antara kecerdasan intelektual, kematangan emosional dan spiritual serta amal kebijakan.
c) Mengupayakan agar setiap program pembangunan dan keseluruhan aktivitas kehidupan berbangsa dijiwai oleh nilai-nilai etika dan akhlak mulia, baik pada tahap perencanaan, pelaksanaan, maupun evaluasi.
3. Undang Undang No. 20 Tahun 2003
a) Pasal 3, Pendidikan Nasional mencerdaskan kehidupan bangsa bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
b) Pasal 12, ayat 1a ” Setiap Peserta didik pada setiap satuan pendidikan berhak mendapatkan pendidikan agama sesuai agama yang dianutnya.
4. PP NO 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan
a) Kurikulum untuk jenis pendidikan umum, kejuruan, dan khusus pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas: (1) kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, (2) kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian, (3) kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi, (4) kelompok mata pelajaran estetika, dan (5) kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga, dan kesehatan/
b) Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia pada SD/MI/SDLB/Paket A, SMP/MTs/SMPLB/Paket B, SMA/MA/SMALB/Paket C, SMK/ MAK, atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/ atau kegiatan agama, akhlak mulia, kewarganegaraan, kepribadian, ilmu pengetahuan dan teknologi, estetika, jasmani, olahraga, dan kesehatan.
5. Peraturan Presiden NO.7 Tentang Rencana Pembangnan Jangka Menengah Tahun 2004 pada Bab 31 bidang Peningkatan Kualitas Kehidupan Beragama. Dalam arah kebijakannya dinyatakan bahwa sesuai dengan agenda pembangunan nasional, disebutkan pada ;
a) butir b, peningkatan kualitas pendidikan agama dan pendidikan keagamaan pada semua jalur, jenis, dan jenjang pendidikan.
b) butir c, peningkatan kualitas tenaga kependidikan agama dan keagamaan.

B. LANDASAN FILOSOFIS
Dalam membicarakan dasar kebijakan Direktorat Pendidikan Agama Islam pada Sekolah (Ditpais) perlu diketengahkan visi dan misi yang dijadikan landasan filosofis bagi pengembangan program program yang akan dijalankan. Visi dan misi tersebut juga merupakan arah pemikiran atau gambaran tentang harapan yang dicita-citakan.
1. Visi dan Misi Departemen Agama RI
a) Visi
Terwujudnya masyarakat Indonesia yang taat beragama, maju, sejahtera dan cerdas serta saling menghormati antar sesama pemeluk agama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dalam wadah negara Kesatuan Republik Indonesia.
b) Misi
1) Meningkatkan kualitas bimbingan, pemahaman, pengamalan, dan pelayanan kehidupan beragama
2) Meningkatkan penghayatan moral dan etika keagamaan
3) Meningkatkan kualitas pendidikan umat beragama
4) Meningkatkan kualitas penyelenggaraan Haji
5) Memberdayakan umat beragama dan lembaga keagamaan
6) Memperkokoh kerukunan umat beragama
7) Mengembangkan keselarasan pemahaman keagamaan dengan wawasan kebangsaan Indonesia.
2. Visi dan Misi Ditjen Pendidikan Islam
a) Visi
Memberdayakan masyarakat dan lembaga pendidikan Islam agar dapat memberikan layanan pendidikan yang bermutu kepada peserta didik sehingga mereka dapat menjadi orang sukses dan diridhoi Allah SWT.
b) Misi
1) Meningkatkan kualitas pendidikan agama melalui penyempurnaan sistem pendidikan agama, sehingga lebih terpadu dan integral dengan sistem pendidikan nasional yang didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai.
2) Menjadikan institusi pendidikan (sekolah dan luar sekolah) sebagai basis penanaman moral dan akhlak di samping pendidikan di keluarga dan masyarakat.
3) Mengupayakan terwujudnya Pendidikan Keagamaan dan Pondok Pesantren yang berkualitas, mandiri, berdaya saing, dan kuat kedudukannya dalam Sistem Pendidikan Nasional, sehingga mampu menjadi pusat unggulan pendidikan agama Islam dan pengembangan masyarakat dalam rangka pembentukan watak dan kepribadian santri sebagai muslim yang taat dan warga negara yang bertanggung jawab.
4) Meningkatkan peran dan fungsi lembaga keagamaan dalam mengatasi dampak perubahan yang terjadi di semua aspek kehidupan untuk memperkokoh jati diri dan kepribadian bangsa serta memperkuat kerukunan hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
5) Meningkatkan pendidikan agama pada masyarakat danpembinaankehidupan beragama dan masyarakat.
3. Visi dan Misi Direktorat Pendidikan Agama Islam pada Sekolah
a) Visi
Visi pendidikan Islam pada sekolah yang akan dituju oleh Direktorat Pendidikan Agama Islam pada Sekolah pada dasarnya memberikan dukungan terhadap pembangunan Indonesia di masa depan yang bersandar pada visi Indonesia jangka panjang, yakni terwujudnya negara -bangsa Indonesia modern yang aman dan damai, adil dan demokratis, serta sejahtera dengan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, kemerdekaan, dan persatuan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Di samping itu, visi pendidikan Islam pada sekolah juga merupakan bagian yang tak terpisahkan dengan visi Departemen Agama yaitu terwujudnya masyarakat yang taat beragama. Berdasarkan penjelasan di atas, maka dirumuskan visi Direktorat Pendidikan Agama Islam pada Sekolah (Ditpais), yakni ; Terwujudnya lulusan sekolah yang beriman dan bertaqwa, taat beragama, inklusif, cerdas, berpikiran maju, dan berakhlak mulia.
b) Misi
1) Mengoptimalkan pelaksanaan Pendidikan Agama Islam pada sekolah;
2) Mengembangkan pembelajaran pendidikan agama Islam yang berkualitas;
3) Menciptakan nuansa religius dalam tatanan kehidupan sekolah;
4) Menumbuhkan sikap terbuka, toleran, dan menghormati keyakinan agama orang lain;
5) Meningkatkan kualitas pembinaan terhadap siswa
Dari world view yang inheren pada juridis hingga filosofis penyangga tersebut, penyelenggaraan Pendidikan Agama Islam pada Sekolah yang berkualitas dan mengglobal seyogiyanya diimplementasikan dengan bijak, karena anak pada usia sekolah inilah tepatnya masa pembentukan utama dimana mudah diarahkan dan sekaligus rentan terhadap pengaruh yang menjerumuskan jika terlambat atau salah arah.

From → ABOUT US

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: